1. Kunci
Pas (Open End Wrench)
a. Pemilihan alat-alat yang benar.
Kunci
pas seperti open ended, ring dan socket biasanya disediakan dalam satu
perangkat dengan ukuran yang berbeda-beda. Alasan penülihan alat- alat
benarialah:
o Kerusakan pada bagian-bagian yang sedang dilepas dapat
terjadi bila jenis dan ukuran alat yang digunakán tidak tepat liii
mengakibatkan terjadinya penggantian komponen sehingga mengurangi keuntungan.
Kecetakaan
dapat disebabkan olth alat yang tidak tepat yang terlepas dan kepala baut.
b. Penuhan kunci pas (jenis dan ukuran)
Penggunaan
seperangkat kunci pas harus lurus ke depan, tetapi kurangnya standarisasi
internasional menyebabkan penerapannya cukup sulit. .Tiga sistem. yang
digunakan untuk mengidentifikasi ukuran spanner, ialah :
o Metrik
o AF(AmericanFine)
o BS W ( British Standart Whitworth)
c. penyimpanan alat
Alat-alat
yang dibiarkan tergeletak di lantai bengkel dapat menjadi rusak. Alat-alat
harus disimpan di tempat gang aman seperti kotak alat, lemari, atau digantung
di dinding.
d. Penggunaan
Penggunaan kunci pas sebagai
berikut:
o Pilihlah kunci pas yang ukurannya sesuai
o Pasanglah kunci pas sedemikian rupa sehingga rahãng-rahang
sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut agar kunci pas tidak
selip/terlepas
o Tariklah kunci tersebut ke arah Anda untuk melepas mur atau
baut tersebut.
e.
Pemeliharaan dan keamanan alat
Pemeliharaan kunci pas:
o Jagalah kebersihan kunci dengan selalu mengelapnyadengan
kain bersih.
o Simpanlah kunci tersebut di kotak alat, lemari, atau
gantungan dinding.
Keamanan
untuk kunci pas:
o Jangan menggunakan kunci yang rahang-rahangnya retak, rusak
aus atau bundar. karena dapat selip dan melukai anda.
o Jangan menggunakan kunci yang kotor, supaya tidak terlepas
dan genggaman Anda.
2.
Kunci Pas Ring dan Kunci Ring
a. Pemilihan alat-alat yang
benar
Kunci
pas ring dan kunci ring digunakan untuk melepas baut, jika kunci pas sulit atau
tidak bias. Sering kepala baut rusak
karena pemilihan kunci yang kurang tepat.
b. Penyimpanan Alat
Kunci
pas ring atau kunci ring agar tidak rusak dan tetap awet, simpan pada
tempatnya, masukkan ke dalam Tool Box
c.
Penggunaan
Penggunaan kunci ring sebagai berikut:
o Pilihlah kunci yang ukurannya sesuai.
o Pasang kunci tersebut pada mur atau kepala baut.
o Tariklah kunci ke arah anda untuk melepaskan mur atau baut.
d.
Pemeliharaan dan keselamatan alat
Pemeliharaan
o JagaIah agar kunci tersebut tetap bersih, laplah dengan kaiñ
bersih.
o Periksa kunci-kunci tersebut secara teratur bila aus atau
rusak.
o Simpanlah kunci dalam kotak, lemari atau gantungan dinding.
Keselamatan:
o Jangan menggunakan kunci yang kotor, karena kunci tersebut
dapat selip dari genggaman anda.
·
Jangan
menggunakan kunci ring bila ring/cincin-cincinya retak atau aus dan gerigi
dalamnya membundar, kunci ring tersebut dapat selip dan dapat menyebabkan luka.
3. Kunci
Inggris (AdjustableSpanner)
a. Penggunaan Kunci Inggris
Adapun penggunaan sebagai berikut:
Aturlah
kunci Jnggris agar pan dengan ukuran mur atau bautnya. Kunci mi dipaskan dengan
menggezakkan mur yang dapat disetel sehingga memungkinkan rahang-rahangnya
mencengkrani dengan baik.
DALAM PENGGUNAAN KUNCI INGGRIS ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
- Setel kunci inggris agar rahang – rahangnya mencekam baut atau mur dengan kencang dan pas, untuk itu putar baut penyetel sampai rahang penyetel menjepit baut / mur dengan kencang.
Penempatan rahang
penyetel (rahang tidak tetap) harus di dalam dari putaran gerakan memutar
kunci. Dengan demikian ketika tangkai kunci diputar, maka rahang tidak tetap
agar bergerak merapatkan / mengencangkan jepitan. Tapi bila pemasangannya
terbalik yaitu di arah keluar dari putaran kunci, maka rahang tidak tetap /
rahang penyetel akan bergerak ke arah melebarkan jepitan rahang. Akibatnya
jepitan tidak kencang, dan kepala baut atau mur bisa menjadi sleg/ aus.
Putar
tangkai kunci dengan arah ditarik, bukan didorong.
Penggunaan kunci yang
tepat ini, membuat proses pembukaan atau pengencangan baut /mur menjadi mudah.
Keuntungan lainnya adalah baut dan mur tidak rusak, serta kunci inggris tetap
terjaga baik. Tetapi seperti saya katakan pada awal – awal artikel ini,
gunakanlah kunci ini dalam keadaan terdesak saja. Gunakan kunci inggris bila
memang tidak ada kunci pas, kunci ring dan kunci socket untuk ukuran kepala
baut atau mur yang akan dibongkar. Sebab tetap lebih baik bila anda menggunakan
kunci ring, kunci pas dan kunci socket yang memiliki rahang kunci yang tetap
semuanya.
b. Pemeliharaan dan Keamanan alat
Pemeliharaan
o Laplah kunci dengan kain bersih untuk menghilangkan debu
atau gemuk.
o Lumasi mur penyetel dengan. beberapa tetes.oli mesin.
o Simpanlah kunci di dalarn kotak alat, dan atau digantung di
dinding.
Keamanan:
o Jangan gunakan kunci pas yang rahang-rahangnya reták. Kunci
pas tersebut dapat scIic dan merusak mar, balikan dapatmelukal.
Jagalah agar kunci pas tetap bersih supaya tidak selip saat
digunakan.
4. Kunci Socket (Socket Wreck)
Kunci socket adalah alat serba guna untuk meIepas, dan
mengencangkan mur baut. Batang socket untuk melepas mur atau baut. Anda dapat
mengganti alat-lat ini, tepatkan momen pengencang alat saat digunakan.
a. Penggunaan Kunci Socket
o Bila mcnggunakan socket spanner pildalth socket yang cocok
dengan mar atau baut yang akan anda lepaskan
o Pilihlah dan pasanglah batang socket yang cocokpada
socketnya.
b. Penyimpanan Alat
Sesudah
menggunakan, kembalikan
Kunci socket
ketempatnya.
Pembelian secara
komplit akan di
Lengkapi tempat
kunci disebut
“Socket tool
kit”
c. Pemeliharaan dan Keamanan alat
Pemeliharáan:
o Lap socket asesoris dengan kain yang bersih setelah
digunakan.
o Pasanglah socket dan batangannya di tempat yang sesuai path
perangkat socket. -
o Simpanlab perangkat socket tersebut dalarn lemari atau rak.
Keamanan:
o Jangan menggunakan socket atau batangan yang rusak karena
dapat terlepas dan melukai
o Jangan menggunakan socket •atau assesorisnya bila kotor,
atau terkena oli atau-gemuk.
1.
Soket biasa
Kunci
soket ini digerakkan dengan tangan.
2.
Impact socket
Karena
digunakan khusus untuk mesin impact seperti mesin pembuka baut roda,
makanya kunci ini menggunakan bahan yang lebih keras dan berwarna hitam.
Ragam
aksesori
Kunci
soket tadi tidak dapat digunakan tanpa batang atau aksesori lainnya. Makanya
setiap merek pasti menawarkan kunci soket komplet dengan batangnya, walau ada
juga yang dijual satuan. Aksesori apa saja yang ada?
1.
Batang L
Batang
ini adalah model paling murah. Karena kurang praktis, beberapa merek terkenal
tidak lagi menyediakannya.
2.
Sliding T-handle
Batang
ini cukup praktis karena kepalanya bisa digeser sesuai kebutuhan. Hampir tiap
set kunci soket dilengkapi batang seperti ini.
3.
Ratchet
Batang
ini juga tersedia hampir semua paket. Dalam batang ini terdapat roda gigi satu
arah yang bisa diatur untuk putaran searah atau berlawanan jarum jam. Cocok
sekali untuk baut yang tidak lancar.
4.
Extensions
Batang
ini untuk memperpanjang jangkauan batang utama. Ukuran panjangnya juga
bermacam-macam.
5.
Universal joint
Untuk
bagian yang sulit, terkadang tidak mungkin menggunakan batang yang lurus. Maka
dibuatlah joint atau sambungan yang bisa berputar untuk membentuk sudut.
6.
Flexible extension
Extension
ini dibuat dengan bahan fleksibel yang bisa tetap berputar dalam keadaan
melengkung.
7.
Adaptor
Batang
ini sebagai penghubung untuk menyesuaikan ukuran batang dengan soket. Misalnya
soket ½ inci ingin digunakan dengan batang 3/8 inci.
8.
Speeder brace
Batang
ini bekerja mirip dengan bor tangan. Dengan batang ini Anda dapat memutar baut
dengan cepat meski tidak bisa kuat. Cocok untuk baut panjang.
Selain
8 aksesori tadi, tiap merek juga memiliki aksesori khusus untuk mempermudah
penggunaan kunci soket. Ada beberapa kunci soket khusus yang dibuat untuk
penggunaan otomotif termasuk automotive special tools.
1.
Memilih dan Menggunakan Peralatan Tangan
Alat
tangan yang digunakan harus pas (agak sesak) masuk pada fastener. Jangan
menggunakan peralatan pengganti yang tidak sesuai, alat pengganti tersebut
dapat merusak fastener, benda yang sedang diperbaiki bahkan dapat mencelakai
diri sendiri.
Berikut
adalah jenis-jenis fastener yang umum digunakan dan penjelasan bagaimana cara
memilih alat yang benar.
Alat
Harus Pas pada Fastener
Hal
penting yang harus dipahami saat memilih alat yang sesuai untuk baut atau mur
adalah sebagai berikut:
a)
Berapa jarak/lebar sisi sejajar kepala segi enam?
b)
Apakah alat akan pas (dengan sedikit sesak) dan aman?
c)
Berapa luas area di sekitarnya?
d)Berapa
gaya (momen) yang diperlukan untuk mengendorkan atau mengencangkannya?
e)
Alat mana yang paling cepat melakukan pekerjaan (hemat waktu)? Dengan melakukan
banyak latihan, anda akan mampu memilih alat yang tepat hanya dengan melihat
baut atau mur. Cara lain untuk memilih alat adalah:
Mengukur
jarak sisi sejajar kepala segi enam
a)
Gunakan mistar baja atau jangka sorong.
b)
Cocokkan hasil pembacaan dengan nomor yang tertera pada alat.
c)
Periksa sesak tidaknya alat terhadap baut atau mur.
Memilih
dengan Cara Mengukur
Mencoba
ukuran alat yang berbeda-beda
a)
Pilih alat yang ukurannya kelihatannya sama dengan ukuran kunci.
b)
Periksa kesesuaiannya dengan baut atau mur.
c)
Terus lakukan percobaan sampai diperoleh alat yang pas untuk baut maupun mur
Ruang
kosong yang ada di sekitar baut atau mur akan menentukan jenis alat yang akan
digunakan, yaitu, alat harus benar-benar pas dan harus ada ruang yang cukup
pada saat alat diputar.
Memilih
dengan Cara Mencoba-Coba
2.
Langkah-langkah sebagai acuan dalam mengendorkan atau mengencangkan baut atau
mur dengan Kunci Sok, Batang Extension, Speed Brace atau Tuas adalah sebagai
berikut:
a)
Sebaiknya gunakan kepala yang segi enam tunggal dari pada yang segi enam ganda.
b)
Gunakan apa bila cukup ruang gerak di bagian atas, tetapi sempit di sekitar
baut atau mur.
Kunci
Soket ( Pilihan pertama)
3.
Langkah-langkah sebagai acuan dalam mengendorkan atau mengencangkan baut atau
mur dengan Kunci Ring sebagai berikut:
a)
Sebaiknya gunakan kepala segi enam tunggal dari pada yang kepala segi enam
ganda.
b)
Gunakan apabila ruang gerak di atas kepala baut atau mur tidak
memungkinkan
menggunakan kunci soket.
5. Kunci L
Kunci
L digunakañ untuk melepas bâut yang icepala bautnya berbentuk segi. enam tetapi
di tengah atau lubangan. Kunci L bisa dikategorikan kunci khusus.
a. Penggunaan kunci L
Penggunaan kunci L sebagai berikut:
o Pilihlah ukuran kunci L yang sesuni ukuran bautnya.
Tepatkan
ujung kunci-dengan lubang kepala báut.
Ukuran Allen Key menurut sistem metric
bervariasi. Antara lain 1,5mm, 2mm, 2,5mm, 3mm, 4mm, 5mm, 6mm, 8mm, dan 10mm.
Ukuran tersebut diukur berdasarkan jarak terluar dari sisi-sisi Allen Key yang
sejajar.
Pada beberapa tipe tertentu, ujung lain
dari Allen Key terdapat seperti bentuk bola. Desain ini memungkinkan posisi
allen key untuk sedikit serong (tidak tegak lurus) terhadap permukaan kepala
sekrup. Model ini ditemukan oleh Bondhus Corporation pada tahun 1964.
Allen key di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kunci L, karena memang bentuknya yang seperti huruf L.
Allen key di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kunci L, karena memang bentuknya yang seperti huruf L.
Saat ini model kepala kunci L tidak
hanya diterapkan pada kunci dengan bentuk L seperti pada gambar, akan tetapi
juga digunakan untuk mata obeng dengan motor, dan diikatkan pada kepala obeng
listrik tersebut. Alat ini cukup membantu untuk merakit furniture dalam jumlah
besar. How to use
1. Masukkan
sekrup secara manual dengan benar dan putar sedikit dengan jari anda agar sekrup
terpasang dengan bautnya.
2. Untuk
mempercepat, gunakan ujung yang panjang pada allen key untuk memutar sekrup
dengan putaran jari pada sisi panjang kunci L.
3. Ketika
hampir seluruh panjang sekrup masuk ke dalam baut, kencangkan dengan merubah
posisi kunci L yang pendek pada kepala sekrup sehingga tangan anda bisa menggenggam
kunci L dengan baik.
4. Lakukan
pengencangan secukupnya.
5. Pasangkan
seluruh sekrup pada sebuah furniture secara hampir bersamaan sebelum
dikencangkan. Setelah semuanya terpasang dengan baik, barulah masing-masing sekrup
dikencangkan agar tekanan dan ikatan sekrup menjadi seimbang.
b. Penyimpanan
Meskipun
Kunci L terbuat dan logam paduan tunsten yang keras, setelah. digunakan
sirnpanlah pada tempatnya (box). Hal ni dimaksndkan agar kita mudah mencari
Jika sewaktu-waktu akan menggunakan. Namun, lebih aman lagi,simpanlah kunci L
pada rak atau lemari.
c. Pemeliharaan dan Keamanan
Pemeliharaan sebagai. berikut:
o Laplah kunci L yang kotor karena air atau gemuk.
o Lumasi dengan anti karat
o Simpanlah di almari atau rak
Keamanan terhadap ktinci L. sebagai
berikut:
o Janganlah menggunakan kunci L yang tidak sesuai.
o Janganlah gunakan kunci L yang patah.
Jangan
diinjak.
6. Kunci Moment (Torque Wreüch)
a.
Penggunaan kunci moment
Sebagai
contoh bila moment kekencangan baut atau blok silinder sama dengan 30 kg.m,
untuk mengencangkan 8 baut secara menyilang / zig-zag,
langkah-langkahnya sebagai berikut.
o Atur moment, kunci moment ke angka 10 kg.in dahulu.
o Kencangkan semua dengart moment tersebut.
o Kedua atur moment pengencangan ice angka 20 kg. m.
o Terakhir, Vatur kekencangan 30 kg.m, apanila kunci moment
muncul suara “klik” berart baut sudah
dikencangkan sesuai standarnya yaitu 30 kg.m.
b.
Pemeliharan dan keamanan
1) Peliharalah alat tersebut sebagi
berikut:
o Lapiah dengan majun bila kunci kotor.
o Simpan kembali ke tempatnya.
o Simpan ke lemari dan rak alat.
2)
Keamanan terhadap kunci moment yaitu’
o Gunakanlah pengencangan secara bertahap (minimal 3 tahap).
o Jangan diinjak.
o Kemasi jika berkarat dengan terlebih dulu membersihkan
korosinya.
7. Kunci Rodà “The Wrench”
Kunci
rocla digunakan dengan melepaskan mur roda saat melepasnya atau memasang roda.
Kunci roda menpunyai soket-soket yang terpasang pada ujung-ujung lengan yang
cocok untuk hampir semua kendaraan.
Fungsi
Kunci Roda
Kunci Roda digunakan untuk melepas dan
mengganti mur roda pada kendaraan bermotor. Kunci Roda terbuat dari batang baja
dimana ujung ujungnya mempunyai kepala soket segi enam
Desai
Kontruksi Kunci Roda
Jenis Kunci Roda yang ditemukan di
sebagian besar bengkel mempunyai empat jari jari , ujung dari masing jari jari
disatukan pada satu titik pusan hingga membentuk palang/silang pada ujung luar
masing masing batang terdapat soket yang masing masing berbeda ukurannya. Kunci
Roda memberikan penuasan yang baik saat melepas mur roda yang keras/sulit
Kunci Roda Modal adalah kunci soket
kepala segi enam tunggal khusus yang ditempatkan di ujung satu batang. Batang
tersebut panjangnnya kurang lebih 250 mm, dibengkokan hampi tegak lurus di
dekat Kunci Soket.
Spesifikasi
Kunci Roda
Kunci Roda ini mempunyai soket pada
setiap ujungnnya dengan dua buah batang melintang. Rentang ukuran Kunci Roda
sesuai dengan hampir semua ukuran baut roda. Ukuran yang paling umum adalah
tiga per lima inci, tiga belas per enam belas inci (19 mm dan 21 mm). Kunci
Roda digunakan untuk mengendorkan dan mengencangkan baut roda pada sumbu roda
kendaraan bermotor. - Reviewer: Koko Koswara - ItemReviewed: Kunci Roda
a. Penggunaan Kunci Roda
Pasanglah
spoke dengan ukuran yang sesuai dengan mur roda. Pastikan kunci terpasang
sepenuhnya pada mur roda. Peganglah kunci dengan kedua tangan dan putarlah lengan
untuk melepaskan mur roda.
b. Pemeliharaan dan Keamanan -
Pemeliharaan
o Jagalah agar kunci roth tetap bersih.
o Simpanlah kunci roda dalam lemari, rak, atau gantungan
dinding.
Keamanan -
o Pastikan socket sepenuhnya terapasang pada mur roda. Socket
yang kurang pas terpasang dapat menyebabkan wheel spanner rnelukai Anda.
Jangan
gunakan kunci yang sócketnya retak.
8. Obeng
Gunakan
obeng untuk melepaskan pengencang-pengencang seperti skrup self tapping.
Pilihlah obeng yang cocok dengan skrup yang akan anda pasang, Slotted atau
Phillips. Gunakan obeng standar untuk melepaskan dan memasang skrup kepala
bercelah (slotted). Gunakan obeng Phillips untuk melapaskan dan memasang
skrup-skrup celah kembang.
Bagian-bagian obeng
Hal
Penting
Pilihlah ukuran obeng yang tepat dengan celah skrup.
Obeng yang terlalu kecil dapat terpuntir dan merusak
ujungnya, dan memungkinkan merusak kepala skrup. Obeng yang terlalu besar tidak akan pas pada celah skrup dan dapat terlepas
pada waktu diputar.
Penggunaan Obeng Standard
1. Pilihlah obeng dengan ukuran yang sesuai dengan skrupnya.
2. Tahan mata obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya pada celah dengan tangan lainnya. Peganglah obeng pada posisi tegak lurus dengan skrup.
3. Putarlah obeng kuat dan mantap untuk melapaskan skrup.
1. Pilihlah obeng dengan ukuran yang sesuai dengan skrupnya.
2. Tahan mata obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya pada celah dengan tangan lainnya. Peganglah obeng pada posisi tegak lurus dengan skrup.
3. Putarlah obeng kuat dan mantap untuk melapaskan skrup.
Pegang
obeng dengan kedua tangan sehingga tidak akan slip Penggunaan Obeng Phillips
Bersihkan setiap
debu yang mungkin
terdapat pada recess dengan sebatang kawat bila memungkinkan.
Piilihlah obeng yang memungkinkan
ujungnya pas sepenuhnya pada recess.
Tahan batang obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya dengan tangan lainnya.
Peganglah obeng
tegak lurus ke skrup untuk mencegah recessnya
rusak.
Berikan tekanan yang lebih
besar bila menggunakan obeng standard.
Ujung obeng harus terpasang penuh pada sekrup
Keamanan
(Obeng Phillips dan Standard)
Hanya gunakan obeng
dengan mata pisaunya
yang sesuai ukurannya dengan celah skrup. Jangan gunakan
obeng yang gagangnya
belah, atau mata pisaunya tumpul atau rusak.
Jauhkan tangan anda dari mata pisaunya bila menggunakan obeng. Jangan
pernah menggunakan obeng
sebagai palu, pahat atau pengungkit. Jangan gunakan obeng yang
pegangannya atau mata pisaunya terlumuri gemuk atau oli.
Pemeliharaan
1. Jagalah agar obeng tetap
bersih, gunakan lap untuk membersihkan oli atau gemuk dari pegangannya atau
mata pisaunya.
2. Buanglah obeng yang pegangannya patah atau ujungnya
rusak.
3. Simpanlah obeng di dalam lemari, kotak alat atau gantungan dinding.
3. Simpanlah obeng di dalam lemari, kotak alat atau gantungan dinding.
9 . KUNCI T
Kunci T atau dikenal juga dengan shock T handle, merupakan perkakas
yang memudahkan dalam membongkar baut. Nah walaupun banyak kesalahan persepsi
terkait jenis kunci T. “Kunci T dalam keperluan teknis pada mobil berbeda
dengan yang digunakan untuk sepeda motor. Kunci T untuk mobil, penampang atau
joinnya bisa diputar dan ujungnya dapat disambung sehingga lebih panjang.
Sehingga memudahkan untuk menjangkau area yang sempit,” terang Yuta Obed
Panjaitan, Service Manager Auto 2000 Permata Hijau, Jakarta.
Aspek
ergonomi inilah yang menjadikan kunci T dipilih sebagai hand tools yang
melengkapi perkakas standar di jaringan bengkel resmi. Akan tetapi penggunannya
terbilang penting, mengingat pada beberapa bagian membutuhkan kunci T. “Kunci T
digunakan guna membuka maupun mengendurkan baut dengan arah vertikal dan
sempit. Misalnya baut bodi ataupun baut di daerah alternator,” sambung Obed
yang berkantor di Jl. Kebayoran Lama Raya, No. 28, Jakbar.
Oleh
sebab itu kunci T merupakan salah satu special tools pada mayoritas bengkel
resmi dari sejumlah pabrikan mobil. “Di bengkel resmi Astrido Daihatsu, kunci T
termasuk special tools. Penggunaannya efektif dalam membuka baut di ruang yang
sempit, tentu disesuaikan dengan fungsinya juga,” papar Subhan, Service Manager
Astrido Daihatsu di Jl. Raya Perjuangan, No. 22, Kebon Jeruk, Jakbar.
Penggunaan
kunci T juga mampu menekan risiko baut slek, sebab konfigurasinya lebih mampu
meng-cover seluruh kepala baut. “Ukuran kunci sok T dimulai dari 8 mm, 9 mm, 10
mm, 11 mm, 12 mm, 13 mm, 14 mm, 17 mm dan 19 mm. Range harganya Rp 35.000
hingga Rp 60.000,” sebut Adi, owner toko Adijaya Teknik di Lindeteves Trade
Center, GF1, Blok C 31, No.9, Jakpus.
Wajib
diketahui juga mengenai material lapisan finishing dari kunci T yang juga bisa
menentukan kualitas. “Ada 5 jenis lapisan finishing yakni chrome plated, satin
finish, nickel satin finish, polish finish with black side serta black finish.
Untuk kualitas paling unggul merupakan chrome plated dan satin finish, tentu
harganya juga lebih mahal.
10. Impact Driver
Impact
driver, sering disebut oleh banyak montir di bengkel dengan istilah “Obeng
Getok”, “Obeng Gedor”, dll. Obeng ini mempunyai kemampuan buka/pasang baut/mur
yang sangat kuat. Hentakan martil/palu membuat mekanis yang ada di dalam unit
obeng menghasilkan suatu torsi kejut yang kuat memutar poros obeng. Torsi kejut
inilah yang membuat baut/mur dapat dilonggarkan sekalipun sebelumnya terpasang
sangat kencang/rapat, begitu juga sebaliknya dapat mengencangkan baut/mur
dengan sangat kencang/rapat.
Impact
driver sendiri ada yang manual seperti pada foto-foto di artikel ini, ada juga
yang dibantu oleh tenaga motor listrik dan udara bertekanan tinggi, seperti
yang ditemukan di bengkel-bengkel resmi maupun di tempat spooring balancing
untuk membuka baut ban/roda.
Saat membeli
Impact driver, umumnya disertakan ‘mata’ obeng nya (bits), ada ‘mata’ obeng
Minus dan Plus.
Impact driver
sebenarnya dapat juga digabungkan dengan kunci socket (kunci sok).
Cara Pengoperasian Impact Driver
Pengencangan Baut:
1. Putar baut ke
arah kanan (clockwise) sampai cukup kencang seperti biasa.
2. Tekan ‘mata’ obeng dengan baik pada baut tersebut.
3. Putar 90 derajat ke kanan (clockwise).
4. Pukul bagian belakang impact driver dengan palu.
2. Tekan ‘mata’ obeng dengan baik pada baut tersebut.
3. Putar 90 derajat ke kanan (clockwise).
4. Pukul bagian belakang impact driver dengan palu.
Mengendurkan Baut:
1. Tekan ‘mata’
obeng dengan baik pada baut tersebut.
2. Putar 90 derajat ke kiri (counter-clockwise).
3. Pukul bagian belakang impact driver dengan palu.
4. Setelah kendur, bukalah baut seperti biasa.
2. Putar 90 derajat ke kiri (counter-clockwise).
3. Pukul bagian belakang impact driver dengan palu.
4. Setelah kendur, bukalah baut seperti biasa.
Kualitas Produk…
Impact
driver bisa di beli mulai paling murah sekitar 40ribuan hingga bahkan diatas
500ribu rupiah.
Tentunya ada harga ada kualitas…
Tentunya ada harga ada kualitas…
Namun
kita juga perlu cerdik, yaitu dengan menyesuaikan kebutuhan kita sebelum
membeli impact driver.
Jika
kita memang punya workshop/bengkel yang hampir setiap hari impact driver
tersebut digunakan, sebaiknya membeli impact driver yang berkualitas, ada
banyak pilihan merek.
Jika kita hanya untuk sesekali saja menggunakan impact driver, akan lebih hemat jika kita membeli yang murah.
Jika kita hanya untuk sesekali saja menggunakan impact driver, akan lebih hemat jika kita membeli yang murah.
11. KUNCI RODA X
Kunci
Roda Palang (Cross Lug Wrench/Four-Way Lug Wrench)
Kunci
roda palang atau kunci roda X berbentuk dua batang yang menyilang membentuk
tanda palang atau huruf X. Bentuk standar kunci roda tipe ini memiliki 4 soket
kunci dengan ukuran berbeda. Untuk keperluan mobil pribadi biasanya memiliki
ukuran soket kunci 11/16 in (17mm), 3/4 in (19mm), 13/16 in (21mm), 7/8 in
(23mm). Tetapi ada juga kunci roda jenis palang yang hanya memiliki 3 soket
kunci, sedangkan satu ujungnya bisa
digunakan
untuk memasang berbagai ukuran soket kunci yang berbeda untuk berbagai
keperluan. Keuntungan kunci roda palang adalah lebih mudah digunakan karena
memiliki dua tuas pegungkit. Selain itu posisi pengguna berada di depan titik
ungkit (sejajar dengan sumbu titik ungkit) sehingga mengurangi kemungkinan
kunci terlepas saat diputar dengan kuat. Kunci roda ini juga serbaguna karena
memiliki empat soket kunci yang berbeda. Kekurangan kunci palang ini adalah
pegangan yang kurang nyaman karena tidak memiliki grip pegangan khusus. Kekurangan
lain kunci palang adalah membutuhkan ruang yang luas untuk penyimpanannya.
Kunci ini tidak mungkin disimpan di dalam laci dashboard, toolbox, atau
toolbag.
Kunci Roda Palang Lipat (Stowable Cross Lug
Wrench)
Kunci
roda palang lipat memiliki bentuk dasar yang sama dengan kunci roda palang,
tetapi memiliki sepasang lengan yang bisa dilipat. Keuntungan menggunakan kunci
roda jenis ini sama dengan menggunakan kunci palang biasa, dengan tambahan
kunci palang lipat menggunakan ruang penyimpanan yang lebih sempit. Jika anda
memiliki toolbox atau toolbag yang agak besar, anda mungkin dapat dengan mudah
menyimpan kunci roda ini di dalamnya. Kunci roda ini sangat cocok untuk
keperluan mobil pribadi. Sama halnya dengan kunci roda jenis palang biasa,
kekurangan kunci roda palang lipat ini adalah pegangan yang kurang nyaman
karena tidak memiliki grip pegangan khusus
(Catatan:
Apapun jenis kunci roda yang anda gunakan, ada baiknya anda menggunakan sarung
tangan yang aman sebagai alat proteksi keselamatan untuk menghindari cedera
saat membuka dan memasang ban).
12. Kunci Tap
Fungsi Tap
Tap adalah
suatu alat yang digunakan untuk membuat ulir dengan tangan. Tap ini dibuat
berbentuk ulir luar yang digerinda dengan tiga/lebih lekukan memanjang,yang
disebut dengan Alur.
Kontruksi Tap
Kontruksi Tap
Tap dibuat dari
baja bertensil tinggi dan ada juga yang terbuat dari baja karbon yang
dikeraskan. Dalam satu set biasanya terdapat tiga buah tap tangan.
Spesifikasi Tap
Tap yang pertama kali digunakan
mempunyai bentuk tirus di ujungnya, untuk memudahkan pemotongan. Bentuk ulir
yang dihasilkan hanya 55% dari bentuk ulir sesungguhnya. Tap ulit yang kedua
dipakai setelah Tap ulir yang pertama. Kemudian seterusnya dilanjutkan dengan
Tap nomor 3 untuk penyempurnaan bentuk ulir. - Reviewer: Koko Koswara -
ItemReviewed: Fungsi Tap Dan Kontruksinya
13.KUNCI KOMBINASI
Fungsi
Kunci Kombinasi
Kegunaan
dari kunci Kombinasi ini adalah saling mengisi kekurangan yang ada pada masing
masing kunci pas dan ring. Kunci ini sangat berguna saat menyetel pengikat
(fastener) dengan ukuran yang sama pada posisi yang berbeda.
Desain Kontruksi Kombinasi
Kunci
Kombinasi merupakan gabungan dari kunci pas dengan kunci ring pada masing
masing ujung dengan ukuran yang sama. Kunci pas ujung terbuka hanya dapat
digunakan bila kunci pas berbentuk cincin atau soket tidak cocok dengan kepala
baut atau mur.
Spesifikasi Ukuran Kunci Kombinasi
Kedua
jenis kepala dengan ukuran segi enam yang sama bisa terdapat pada tangkai
sebuah kunci pas. Jenis ini dikenal dengan kunci pas"kombinasi".
Ukurannya dicap timbul pada tangkanya berkisar antara 6mm sampai dengan 32 mm.
Umumnya, baik offset ujung ring maupun ujung terbukanya disusun 15 derajat
terhadap tangkainya.
14.KUNCI BUSI
Kunci
busi menjadi perkakas yang mutlak tersedia pada kendaraan. Oleh karenanya kunci
busi merupakan peranti yang dirancang khusus untuk setiap kendaraan guna
mengencangkan dan mengendurkan busi. Sehingga kontruksinya dibuat agar bisa
menjangkau posisi yang sulit sesuai dengan kondisi mesin tiap-tiap kendaraan.
“Kunci busi pada mobil diperuntukkan sebagai alat preventif untuk pertolongan pertama ketika terjadi masalah pada kendaraan, sehingga memudahkan untuk mengecek kondisi busi.
Sebagai special tools, kunci busi juga dirancang untuk tidak memberikan momen pengencangan yang telalu kuat pada busi. Dengan begitu kepala busi tidak beresiko rusak akibat momen pengencangan yang berlebihan. “Penggunaan kunci sok ataupun kunci ring, dikhawatirkan dapat menyebabkan kepala busi rusak di dalam.
Nah kekhususan kunci busi dibanding kunci sok maupun kunci ring adalah pada bagian dalamnya yang dilengkapi magnet. Selain bentuknya yang lebih panjang dibanding kunci sok, kunci busi juga dilengkapi magnet untuk memudahkan bongkar pasang busi.
Perkara ukuran tentu disesuaikan mengikuti ukuran kepala busi, yang berbeda-beda sesuai spesifikasi busi kendaraan. “Untuk mobil-mobil lansiran Toyota, tidak menggunakan baut ukuran 16 mm dan 20,8 mm. Sebab kedua ukuran tersebut hanya diperuntukan untuk busi, sehingga kunci busi yang digunakan pun memiliki ukuran spesifik,”.
Model
Ratchet
Disebut
model ratchet, karena kunci busi ini dilengkapi gagang ratchet layaknya kunci
sok. “Ujung ratchetnya bisa ditekuk sesuai posisi yang diinginkan, sehingga
penggunaannya lebih fleksibel. Harga kunci sok model ini berkisar Rp 100 ribu
hingga Rp 200 ribu, tergantung mereknya,”.
Model ‘T’
Karena
bentuknya yang menyerupai huruf ‘T’, alhasil kunci busi ini dikenal dengan
model ‘T’. “Kunci busi model ‘T’ ini juga dapat dipuntir sesuai posisi yang
dinginkan. Kunci model ‘T’ ini dibanderol kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 50
ribu-an.
Model Pipa
Bentuknya
memanjang layaknya pipa, namun berkepala hexagonal layaknya kunci busi. Untuk
mempermudah penggunaan, kunci busi model pipa ini dilengkapi batang sebagai
pegangan. “Harga jualnya dilego kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribuan,”.
15.Tap (
Membuat ulir dalam )
Alat
yang dipakai untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan “TAP” dalam hal
ini disebut saja “tap tangan” untuk membedakan penggunaannya dengan yang
dipakai mesin. Bahannya terbut dari baja karbon atau baja suat cepat (HSS) yang
dikeraskan.
Tiap
satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap) mata
potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan
dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap no.
3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian ( Gambar 1)
Gambar 1. Jenis-jenis Tap
Tap
memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir yang
dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf
dan angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney).
Contoh
penulisan spesifikasi tap dan snei adalah sebagai berikut:
a. Tap/snei M10 x 1,5.
Artinya
adalah: M = Jenis ulir metrik
10
= Diameter nominal ulir dalam mm
1,5
= Kisar ulir
b. Tap/snei W 1/4 x 20, W 3/8 x 16
Artinya
adalah: W = Jenis ulir Witworth
¼
= Diameter nominal ulir dalam inchi
20
= Jumlah gang ulir sepanjang satu inchi
Alat
Bantu yang dipakai untukmenggunakan tap, supaya dalam pemakainannya lebih
mudah. Dibutuhkan kunci pemegang tap atau tangkai tap.
16.Sney
( Membuat Ulir luar )
Setelah sebelumnya kita membahas tentang
penggunaan tap untuk membuat ulir dalam, maka pada saat ini kita akan membahas
penggunaan Sney untuk membuat ulir luar dengan bantuan tangan.
Sama halnya dengan tap, Sney juga terbuat dari
baja HSS. Sney sendiri memiliki dua macam jenis yakni Sney belah bulat dan sney
segi enam ( Gambar 1). Untuk menggunakannya Sney dilengkapi dengan rumah sney (
Gambar 2) untuk pegangannya.
Untuk ukuran diameter ulir yang kecil maka kita
tidak memerlukan mesin bubut untuk membuat ulir missal pada baut dan mur. Hanya
dengan menggunakan tangan dengan peralatan Tap dan sney maka kita dapat membuat
ulir.
Tap adalah untuk membuat ulir dalam (mur),
sedangkan Sney adalah untuk membuat ulir luar (baut). Pada bagian pertama dari
tulisan ini kita akan membahas cara membuat ulir dalam dengan menggunakan Tap.
17.JENIS PALU / HAMMER
Hammer adalah alat untuk memukul paku. Hammer adalah salah satu alat
tertua yang pernah ada di bumi ini. Persamaan kata dari hammer adalah palu,
godam, martil. Hammer bisa juga dikatakan sebagai alat dari kayu yang
dipukulkan pada meja untuk menandai dibuka atau ditutupnya secara resmi suatu pertemuan
seperti pada persidangan di pengadilan atau acara peresmian gedung atau juga
tempat-tempat penting lainnya.
Hammer adalah merupakan
salah satu alat pertukangan, alat ini terbuat dari besi di bagian kepala dan
diberi tangkai kayu sebagai pegangannya. Ada jugahammer yang semuanya terbuat
dari besi, baik pada bagian kepala sampai ketangkainya dan alat ini disebut martil.
Selain berfungsi sebagai pemukul paku, hammer juga ada yang berfungsi sebagai
pencabut paku, alat bantu memahat, membantu memasang ubin, penstelan sambungan
kayu, memecah batu, memancang kayu dan memukul patok.
18.RAGUM
Ragum
adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu gerinda dalam penggerindaan,
terdapat magnet di dalam ragum yang mengikatkan Ragum dengan Gerinda tersebut.
Alat
ini sangat berguna bagi pengguna gerinda karena jika tidak ada ragum penggunaan
gerinda tidak akan sempurna.
19.Tang Jenis Tang dan Kegunaannya
Bentuk dan jenis tang beragam. Namun umumnya
hanya terbagi atas tiga jenis, yaitu
- Tang pemotong (cutting pliers) : Kedua bagian kepala atas dan bawah (rahang) tajam. Tang ini cocok untuk memotong kawat dan kabel.
- Tang penjepit (Clamp pliers): Memiliki rahang yang bergerigi sebagi capitan. Biasanya gerigi ini sangat rapat dengan ujung rahang runcing. Ini untuk menjangkau celah yang kecil.
- Tang pengunci (Clocking Pliers): Rahang bergerigi yang renggang agar tak licin ketika pengencangan baut.
Selain tiga jenis tersebut, ternyata ada tang
yang berperan ganda. Tentu tak salah tang ini disebut tang kombinasi atau
multifungsi. Tang ini memiliki kelengkapan untuk menuntaskan pekerjaan
memotong, menjepit, sekaligus mengencangkan baut dapat diatur sesuai kebutuhan.
20.DONGKRAK (Jack)
Dongkrak
adalah alat yang dioperasikan secara hidrolik yang dapat mengangkat barang yang
berat, misalnya mengankat bagian mobil untuk mengganti bannya.
Masing-masing
jenis dongkrak mempunyai spesifikasi, misalnya beban maksimum yang diijinkan
untuk mengangkat kendaraan bermotor/mobil itu.
Cara
kerjanya:
Dongkrak
dioperasikan dengan memutar pegangan (handle) /baut dongkraknya. Untuk
menaikkan dongkrak, putarlah pegangannya atau baut dongkrak tersebut dengan
kuat dan pompalah pegangan atau ungkitlah dengan pengungkit/tuas.
Pemeriksaan
dongkrak sebelum dioperasikan:
1.
Periksalah sistem hidroliknya dan pastikan tidak ada kebocoran cairan.
2.
Periksalah beban maksimal yang diijinkan.
3.
Sadel dongkrak dapat berputar bebas, dan bertahan pada posisinya pada
saat
mendongkrak beban.
4.
Roda-rodanya dapat berputar dengan bebas.
Penggunaan
dongkrak:
1.
Periksalah keaman dongkrak sebelum digunakan.
2.
Tempatkan kendaran di tempat yang datar.
Lakukan
langkah-langkah berikut terhadap semua kendaraan:
a.
Pasang rem tangan
b.
Posisikan transmisi ke persneling dan tempatkan transmisi otomatis
pada
posisi parkir.
3.
Tempatkan dongkrak pada posisi pengangkatan yang sesuai.
4.
Putarlah pegangan/baut dongkrak dan pompalah sampai sadelnya naik.
Periksalah
bidang yang bersentuhan untuk memastikan sadelnya pada posisi
yang
tepat, dan naikkan kendaraan pada ketinggian yang diinginkan.
5.
Pasang penahan yang aman di bawah kendaraan tersebut.
6.
Putarlah keluar pegangan dongkrak untuk menurunkan kendaraan sampai
berada
penahan pengaman/safety stand yang aman.
Menurunkan
dongkrak:
1.
Pompalah pegangan/baut dongrak sampai kendaraan naik cukup tinggi
untuk
melepaskan penahan pengaman/safety stand.
2.
Lepaskan penahan dari kendaraan.
3.
Putarlah perlahan-lahan pegangan/baut dongkrak ke arah luar
dan
rendahkan kendaraan ke tanah.
Keamanan
penggunaan dongkrak:
1.
Pastikan dongkrak mampu bekerja dengan baik.
2.
Sebelum kendaraan didongkrak, stabikan posisi kendaran terlebih
dahulu.
3.
Posisikan pegangan dongkrak ke atas bila tidak memompa untuk
mencegah
kecelakaan pada saat mendongkrak.
4.
Tempatkan penahan pengaman/safety stand di bawah kendaraan
sebelum
bekerja.
TUGAS
MPPTK
DI
SUSUN OLEH :
DICKY
MANTHOFANY
DENI
SOLEH
Kelas :
XI TKR I
SMK BINA TARUNA
TAHUN PELAJARAN
2014/2015